Minggu, 20 Mei 2012

PERENCANAAN PERIKLANAN SEBUAH PRODUK


Proses perencanaan periklanan adalah sebuah proses tersendiri didalam fungsi pemasaran. Untuk merealisasikan rencana periklanan kedalam tindakan, diperlukan: evaluasi yang cermat tentang perilaku pelanggan yang berkaitan dengan merek, evaluasi mendetail tentang kompetisi, dan upaya yang terkoordinasi untuk menyatukan program periklanan yang diusulkan terhadap strategi pemasaran merek secara keseluruhan. Karena suatu rencana periklanan melibatkan sejumlah rincian dan langkah tertentu yang berada diluar batasan ini,

Proses perencanaan periklanan dalam suatu komunikasi bisnis ini meliputi enam langkah utama secara umum yang dirinci sebagai berikut:
1.      Mengulas rencana periklanan
2.      Analisis situasi internal dan eksternal perusahaan
3.      Menentukan tujuan periklanan
4.      Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan atau kreatif
5.      Mengambangkan dan melaksanakan strategi media
6.      Mengevaluasi efektifitas periklanan

1.      Mengulas rencana periklanan
Menejer periklanan pertama-tama mengulas rencana pemasaran untuk memahami kemana arah perusahaan, cara apa yang diniati, dan peran apa yang akan dimainkan periklanan dalam bauran pemasaran.
2.      Analisis situasi internal dan eksternal perusahaan
Analisis-analisis situasi internal dan eksternal secara ringkas menyatakan kembali situasi perusahaan sekarang, pasar-pasar target, tujuan-tujuan pemasaran jangka pendek dan jangka panjang, serta keputusan-keputusan menyangkut posisi produk di pasar, tahapnya dalam siklus kehidupan dan bauran pemasaran terkait.
3.      Menentukan tujuan periklanan
Langkah pengiklan berikutnya adalah menentukan apa yang perusahaan harapkan dari pelaksanaan periklanan. Tujuan-tujuan periklanan hendaknya dinyatakan secara jelas. Tepat dan dalam lingkup-lingkup yang terukur. Ketepatan dan daya ukur memungkinkan para pengiklan mengevaluasi kesuksesan periklanan pada akhir kampanye periklanan, menilai apakah tujuan-tujuannya telah dipenuhi. Tujuan-tujuan periklanan dapat berorientasi penjualan atau berorientasi komunikasi. Seandainya sebuah periklanan mendefenisikan tujuan-tujuan berdasarkan penjualan, maka tujuan ini berfokus pada peningkatan pendapatan penjualan, peningkatan sekian persen penjualan, atau peningkatan pangsa pasar perusahaan.
Meskipun tujuan jangka panjang pengiklan untuk meningkatkan penjualan, tidak semua kampanye dirancang untuk meningkatkan kepekaan produk dan merek, membuat sikap konsumen lebih menguntungkan produk atau merek, atau meningkatkan pengetahuan konsumen tentang ciri-ciri produk. Sebagai contoh, the national fluid milk processor promotion board menugasi bozell worldwide untuk menjalankan kampanye periklanan seniali $36 juta pada tahun 1996. Tujuan-tujuan jangka pendek kampanye tersebut adalah untuk mengubah sikap konsumen amerika yang menyebabkan penurunan kosumsi perkapita susu untuk meningkatkan kepekaan publik terhadap fakta-fakta nutrisi. Tujuan-tujuan jangka panjangnya adalah untuk menumbuhkan dan pada akhirnya membalikkan penurunan serta untuk menjaga kepekaan publik terhadap nutrisi susu.

4.      Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan atau kreatif
Tujuan-tujuan periklanan menyatakan dimana pengiklan ingin berada dalam kaitannya dengan pangsa pasar dan kepekaan publik. Strategi periklanan atau kreatif menggambarkan cara untuk mencapainya. Strategi ini terdiri dari elemen-elemen dan program lima langkah.
a.                     Elemen-elemen dalam strategi periklanan
Elemen-elemen strategi periklanan antara lain:
1.        Khalayak sasaran: khalayak sasaran adalah kelompok orang yang dituju iklan-iklan.
2.        Konsep produk atau jasa: sebuah produk dapat berupa gagasan, jasa, atau barang atau kombinasi dari ketiganya. Definisi ini juga mencakup jasa-jasa pendukung yang mengiringi barang-barang seperti garansi dan perawatan. Saat menulis rencana periklanan, manajer periklanan harus mengembangkan satu perencanaan sederhana untuk menggambarkan konsep produk yaitu, bagaimana periklanan akan menyajikan produk. Untuk menciptakan pernyataan ini, pengiklan pertama-tama mempertimbangkan cara konsumen akan menangkap produk dan kemudian menimbangkan dengan strategi pemasaran perusahaan.
3.     Media periklanan: para pengiklan memerlukan sebuah metode sistematik untuk menentukan media mana yang digunakan, bagaimana menggunakan mereka, kapan menggunakan mereka, dan dimana menggunakan mereka untuk secara efektif dan efisien menyampaikan pesan-pesan periklanan mereka.
4.   Pesan periklanan: apa yang ingin dikatakan perusahaan dalam iklan-iklan dan bagaimana cara menyampaikannya secara verbal atau non verbal  membentuk pesan iklan. Setiap iklan memerlukan baris judul atau pembukaan untuk menciptakan minat konsumen dan tulisan yang menampilkan pesan. Keputusan-keputusan tentang isi juga melibatkan penggunaan warna dan ilustrasi, ukuran atau panjang iklan, sumber penggunaan simbolisme, dan adaptasi-adaptasi yang diperlukan bagi pasar-pasar luar negeri. Peran faktor-faktor ini bergantung pada berbagai tujuan dan sumber daya perusahaan.

b.                Program lima langkah
Formulasi suatu strategi periklanan mensyaratkan pengiklan untuk mengupayakan langkah-langkah formal berikut ini, yang disebut program lima langkah:
1.      Menspesifikasikan fakta kunci
Fakta kunci dalam strategi periklanan adalah pernyataan tunggal dari sudut pandang konsumen, yang mengidentifikasi mengapa para konsumen membeli atau tidak membeli produk/jasa/merek, atau tidak pertimbangkan produk tersebut sebagai produk yang layak.

       2.  Menyatakan masalah pemasaran utama
Fakta kunci, langkah ini menyatakan masalah dari sudut pandang pemasar, masalah pemasaran utama bisa jadi adalah masalah citra, masalah persepsi produk, atau suatu masalah dalam persaingan.

       3.  Menyatakan tujuan komunikasi
Merupakan pernyataan langsung tentang efek periklanan apa yang diinginkan oleh pasar sasaran dan bagaimana iklan tersebut seharusnya mempersuasi para konsumen.

       4.  Mengimplementasikan strategi pesan yang kreatif
            Inti dari keseluruhan strategi periklanan adalah strategi pesan yang kreatif, terkadang  disebut juga kerangka kerja kreatif (creative flatfrom). Kerangka kerja kreatif bagi sebuah merek dirangkum dalam pernyataan tunggal yang disebut pernyataan positioning. Pernyataan positioning adalah gagasan kunci yang menyatukan apa yang diharapkan akan dimengerti dari suatu merek di dalam benak konsumen serta dengan mempertimbangkan tentang bagaimana para pesaing memposisikan merek-merek mereka. Oleh karena itu, implementasi strategi pesan yang kreatif memerlukan:
Pendefenisian pasar sasaran. Anda akan mengingat kembali bahwa pasar sasaran bagi suatu strategi periklanan merek dan program pemasaran yang berhubungan, didefenisikan dalam pengertian demografis, psikologis, atau karakteristik pemanfaatan (product-usage).
Pengidentifikasian pesaing utama, Siapakah para pesaing utama dalam segmen merek yang sedang berupaya untuk menarik pelanggan, dan apa kelebihan serta kekurangan mereka? Dengan menjawab pertanyaan ini seseorang pengiklan akan dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara memposisikan suatu merek kepada konsumen yang telah mempunyai persepsi tentang kelebihan dan kekurangan merek kognitif.
Pemilihan janji, Aspek kerangka kerja kreatif ini adalah menyeleksi keuntungan utama merek atau gagasan penjualan utama. Pada sebagian besar kasus, janji tersebut adalah keuntungan konsumen atau solusi terhadap masalah.
Penawaran alasan, Ini merupakan fakta-fakta yang mendukung janji tersebut. Dalam beberapa hal, pengiklan bisa menyokong pernyatan iklan mereka dengan informasi aktual yang relevan, informatif, serta menarik bagi konsumen. Seringkali tidaklah memungkinkan untuk membuktikan atau mendukung janji yang dibuat secara fisik (nyata) seperti saat janji tersebut berifat simbolik atau psikologis. Dalam hal tersebut, para pengiklan beralih ketokoh-tokoh yang memiliki otoritas, para ahli, atau selebritis guna mendukung janji iklan secara implisit.

5.  Membangun arus perintah korporat/divisional
Langakah terakhir dalam memformulasikan suatu strategi periklanan melibatkan persyaratan-persyaratan wajib (mendatori) yang harus diseratakan dalam suatu ikan. Aspek strategi periklanan ini relatif bersifat teknis dan tidak kreatif. Pada dasarnya, strategi ini mengingatkan pengingatan pengiklan untuk menyertakan slogan atau logo korporat, suatu kalimat standar, berbagai peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah (seperti iklan bir dan rokok), dan seterusnya.
Secara keseluruhan, strategi periklanan mengatur detil-detil kampanye periklaan yang akan datang. Strategi periklanan berpatokan pada suatu pendekatan disiplin guna menganalisis produk/merek, konsumen, serta pesaing. Keuntungan  dari pemikiran tunggal, atau pernyataan positioning adalah hasilnya. Strategi tersebut menjadi suatu cetak biru, penunjuk arah, atau panduan menuju berbagai upaya periklanan lebih lanjut. Setiap keputusan taknis yang diajukan, dievaluasi dalam artian apakah hal itu cocok dengan strateginya.

5.      Mengambangkan dan melaksanakan strategi media
Perencanaan media membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:
a.       Khalayak-khalayak apa yang ingin kita raih
b.      Kapan dan dimana kita ingin meraih mereka
c.       Seberapa banyak orang yang perlu kita raih
d.      Seberapa sering kita perlu meraih mereka
e.       Seberapa banyak biaya yang diperlukan untuk meraih mereka
Media menyertakan metode-metode tradisional seperti Koran, majalah, televisi, radio, dan papan reklame. Serta media pelengkap seperi media yellow pages, periklanan internet, dan periklanan khusus.
6.      Mengevaluasi efektifitas periklanan
Dalam mengelola kampanye iklannya, sebuah perusahan hendaknya secara teliti mengevaluasi efektifitas iklan-iklan sebelumnya dan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki kualitas iklan dimasa mendatang. Para eksekutif puncak menginginkan bukti bahwa periklanan yang mereka beli adalah sepadan. Mereka ingin mengetahui apakah dollar yang dibelanjakan dalam periklanan menghasilkan volume penjualan yang dapat dipanen dari dollar  yang sama apabila dibelanjakan pada kegiatan-kegiatan pemasaran lain. Efektifitas sebuah iklan bisa diuji sebelum, sedang, dan atau sesudah disajikan kekhalayak target dengan metode-metode yang digunakan.

CONTOH PERENCANAAN PERIKLANAN PRODUK “DIET DR PEPPER”
KAMPANYE DIET DR PEPPER
            Suatu kampanye periklanan untuk Diet Dr Pepper yang dikembangkan oleh agen periklanan Young dan Rubicam memberikan publikasi penjadwalan media yang patut dicontoh dan proses periklanan yang kreatif menyangkut penyusunan jadwal. Kampanye ini menerima Gold Effie Award dari komunitas periklnan sebagai penghargaan atas prestasinya.
SITUASI PEMASARAN DAN TUJUAN KAMPANYE
Diet Dr Pepper bersaing dalam kategori yang dinamis dan berubah secara konstan yang menjadikannya sulit untuk meningkatkan pangsa pasar serta mempertahankan pertumbuhan merek jangka panjang. Faktor-faktor penting yang menghambat pertubuhan merek meliputi hal-hal berikut:
1.    Pertumbuhan kategori yang lamban. Kategori minuman diet ringan berkarbonasi hanya meningkat pada tingkat tahunan rata-rata sebesar 1,4 persen.
2.    Pertumbuhan minuman abad baru. Segmen abad baru, yang terdiri dari jus yang berkilau, soda alami, soda yang diberi rasa, dan lain-lain semakin meningkat dengan cepat (10% per tahun), yang merupakan tantangan yang kuat bagi Diet Dr Pepper dan minuman diet ringan yang lainnya.
3.    Sensitivitas  harga dari kategori minuman ringan. Harga merupakan  determinan pemilihan merek utama dalam kategori ini, tetapi Diet Dr Pepper berada dalam posisi kompetitif yang lemah karena mengenakan harga yang lebih tinggi atas dasar sen-per-ons dari pada coca cola dan pepsi cola.
4.    Kurangnya perhatian bottler dan fokus. Sekitar tiga per empat  volume Diet Dr Pepper didistribusikan melalui jaringan distribusi  bottler coke dan pepsi, yang sering kali menyebabkan Diet Dr Pepper menjadi barang  prioritas rendah karena kurangnya dukungan pengencer.
5.    Distribusi yang tidak memadai. Dibandingkan dengan pesaingnya yang lebih besar, distribusi Diet Dr Pepper ke outlet-outlet percobaan seperti jasa kran air minum/ makanan dan mesin penjual tidak memadai.
6.    Pengeluaran yang lebih besar dari pada pesaing utama. Share of  voice (SOV) Diet Dr Pepper pada awal kampanye periklanan hanya 4,8 % dalam kategori yang sangat kompetitif dari periklanan yang sensitif ini.

SASARAN KAMPANYE DAN TUJUAN NYA
Audiens sasaran Diet Dr Pepper khususnya terdiri dari orang dewasa berusia 18-49 tahun yang merupakan konsumen atau calon konsumen minuman ringan diet. Dengan melihat tantangan pemasaran diatas, tujuan kampanye iklan Diet Dr Pepper (yang berjudul “The Taste You’ve Been Looking For”) adalah sebagai berikut:
1.    untuk meningkatkan penjualan Diet Dr Pepper sebesar 4 % dan meningkatkan tingkat pertumbuhan  sekurang-kurangnya 1,5 kali dari kategori minuman diet ringan.
2.    untuk mempertajam evaluasi konsumen atas manfaat produk utama dan faktor-faktor citra yang mempengaruhi pilihan merek dalam kategori ini. Minuman ini menyegarkan, rasanya sama enaknya dengan Dr Pepper yang biasa, merupakan produk yang baik untuk diminum setiap saat, dan merupakan merek yang menyenangkan untuk diminum.
3.    untuk memperkuat dimensi kepribadian merek utama yang membedakan Diet Dr Pepper dari minuman diet lainnya, bahwa Diet Dr Pepper merupakan merek yang unik, pandai, lucu/ menyenagkan,menghibur, dan penting untuk diminum.

STRATEGI KREATIF DAN PROMOSI PENDUKUNG
            Strategi untuk Diet Dr Pepper adalah dengan menyatakan bahwa merek ini memiliki  ”rasa yang lebih mirip dengan Dr Pepper biasa”. Hal ini didasarkan pada hasil riset yang mengungkapkan bahwa hampir 60 % dari pemakaian percobaan awal Diet Dr Pepper termotivasi oleh keinginan untuk minum minuman diet ringan yang rasanya seperti Dr. Pepper biasa. Kempanye ini didukung oleh penanyangan iklan 15 detik secara intensif, yang secara historis tidak digunakan oleh coca cola dan pepsi cola, yang lebih menyukai nilai hiburan dari iklan-iklan yang lebih lama. Penanyangan iklan 15 detik yang agresif tersebut memungkinkan  Diet Dr Pepper  untuk menyalurkan klaim rasa kuncinya (”rasanya lebih mirip dengan Dr Pepper biasa”) dan membedakan merek ini dari minuman diet pesaing. Lebih jauh, dengan menggunakan  iklan 15 detik yang lebih murah, perusahaan dapat membeli  lebih banyak tempat iklan dan karenanya tercapai jangkauan, frekuensi dan GRPs yang lebih besar dengan anggaran iklan yang sama. Biaya iklan Diet Dr Pepper berjumlah $20,27 juta.
            Selain kampanye iklan, para pemasar Diet Dr Pepper juga melaksanakan beberapa program promosi penjualan untuk mencapai tujuan mulia mereka. Dari bulan Januari sampai April, dilaksanakan suatu promosi penjualan bernama ”the Power Advantage” yang memberikan kepada para bottler sertifikat hadiah senilai $30 (untuk digunakan pada pengencer pakaian  Eddie Bauer) yang dapat mereka distribusikan kepada para pengencer agar menyediakan ruang display yang lebih besar untuk  Diet Dr Pepper. Selai itu, kupon-kupon yang menarik juga ditempelkan pada botol-botol Diet Dr Pepper si 2-3 liter  untuk mendorong pembelian ulang oleh para konsumen.
            Dari bulan April sampai September, yaitu selama musim pertandingan baseball, promosi “Pepper Pastime” telah dijalankan untuk menigkatkan penjualan Diet Dr Pepper kepada para konsumen di toko-toko makanan. Promosi itu meliputi pemberian botol Diet Dr Pepper secara gratis dan premium object, termasuk bola baseball yang diberi tanda tangan serta kaos baseball  yang dihiasi nama merek  Diet Dr Pepper. Selama bulan mei sampai Agustus, promosi tie-in dengan mata rantai toko-toko atletik Foot Locker telah dilakukan. Mereka yang membeli 12 dan 24 pak Diet Dr Pepper akan memperoleh sertifikat hadiah Foot Locker bila kemasannya berisikan kartu permainan yang menang. Secara kolektif, program promosi penjualan ini dirancang untuk mendukung kempanye iklan dan mendorong penjualan produk-produk  Diet Dr Pepper lebih banyak lagi.
STRATEGI MEDIA
            Jadwal iklan untuk Diet Dr Pepper menghasilakan total 1.858 GRPs, dengan jangkauan tahunan kumulatif sebesar 95 dan frekuensi 19,6. nilai-nilai bobot media ini disesuaikan dengan rencana media nasional yang diringkas sebagai bagian arus .
            Rencana media Diet Dr. Pepper  terdiri dari:
  1. memasang iklan selama pertandingan football professional dan perguruan tinggi (SEC merupakan singkatan dari South Eastern Conference).
  2. mensponsori berbagai peristiwa khusus.
  3. secara kontinu memasang iklan TV selama waktu tayang utama pada tengah malam, pada program sindikat, dan pada stasiun stasiun kabel.

HASIL
Kampanye periklanan Diet Dr Pepper berhasil dengan baik, bahkan melebihi tujuan ambisius yang ditetapkan untuk merek ini. Penjualan Diet Dr Pepper meningkat 6,6 % dibanding dengan merek-merek minuman diet ringan lainnya yang hanya naik 1,4 % selama tahun yang sama. Riset juga menunjukkan bahwa peringkat merek Diet Dr pepper meningkat selama tahun sebelumnya dan melebihi peringkat yang dicapai Diet Coke serta Diet Pepsi pada beberapa dimensi yang penting; menyegarkan, rasanya sama baiknya seperti yang biasa, enak setiap saat, menyenangkan untuk diminum, dan unik.
              Secara menyeluruh, kampanye yang berjudul “The Taste You’ve Been Looking For” sangat berhasil dan telah meningkatkan citra Diet Dr Pepper serta volume penjualan. Pemakaian yang berani dan inovatif dari iklan 15 detik memungkinkan merek ini diiklankan secara agresif, untuk memepertahankan kehadiran yang hampir kontinu di televisi, dan untuk memebedakan Diet Dr Pepper dengan minuman diet ringan pesaing. Periklanan yang kreatif dan seleksi media yang benar dapat menghasilkan peningkatan yang dramatis pada volume penjualan dan meningktkan ekuitas suatu merek. Upaya perikalan ini telah membuat Diet Dr Pepper menjadi merek yang disegani.

DAFTAR PUSTAKA
A. Shimp, Terence, “Periklanan dan Promosi (Aspek tambahan Komunikasi Pemasaran terpadu)”, Jilid I, edisi 5, Jakarta: Erlangga, 2003.
A. Shimp, Terence, “Periklanan dan Promosi (Aspek tambahan Komunikasi Pemasaran terpadu)”, Jilid II, edisi 5, Jakarta: Erlangga, 2003.
Monle Lee dan Carla Johnson, ”Prinsip-prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global”, Jakarta: Kencana, 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar