Kamis, 17 Mei 2012

PR DAN CYBER


Internet telah membuat para pelaku PR juga memanfaatkan media OnLine karena media ini sudah tidak dapat di hindarkan. Apalagi jika perusahaan anda memiliki situs web atau bahkan sudah menggunakan email. Jika keberadaan perusahaan anda sudah diekspos melalui internet, sebaiknya anda jangan tanggung-tanggung karena hal itu dapat mempengaruhi persepsi public terhadap perusahaan anda.
Itulah sebabnya  E-PR tidak bisa di elakkan. Mau tidak mau anda harus serius melakukan inisiatif E-PR dan jangan tanggung-tanggung. Dengan terjun ke Internet, perusahaan anda secara otomatis menjadi bagian dari suatu media E-PR.

Dalam dunia fisik, anda bisa menyembunyikan identitas perusahaan anda dan hanya produk anda yang dikedepankan. Namun, begitu anda menggunakan media internet, walaupun sekedar berkomunikasi lewat email-apalagi jika sudah memiliki situs web-seperti perusahaan anda, karakternya, reputasinya, dapat dilihat langsung oleh siapa pun mulai dari pelanggan, competitor, investor, wartawan, dan bahkan musuh bisnis anda.
Jadi, jika anda sudah menaruh apa pun di dunia online, baik atau buruknya reputasi anda dapat saja terjadi, apalagi jika anda tidak memaksimalkan media  online yang satu ini,

1.      MANFAAT MEDIA INTERNET BAGI PELAKU PR
PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung pada seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan korporat untuk dituangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau anda dihadapkan oleh dua (2) kemungkinan yang sering terjadi yaitu:
§  Anda harus mengirim bahwa press release atau sejenisnya kepada seorang wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan anda.
§  Terkadang anda terpaksa mengeluarkan uang untuk itu.
§  Dengan menggunakan media internet anda dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik  anda serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
§  Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekretaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7 hari) dengan potensi target publik  seluruh dunia.
§  Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan.
§  Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung berkomunikasi dengan pasar di Arab Saudi, investor di Swedia, dan mitra bisnis di California dengan biaya yang sangan minim.
§  Interaktif
Sangat interaktifnya internet membuat anda dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web anda. Dengan demikian, anda bisa tahu keinginan mereka sehingga tidak perlu lagi menebak-nebak.
§  Komunikasi dua arah
Komunikasi antara organisasi anda dan public merupakan tujuan utama aktivitas PR di media internet karena aktivitas ini akan membantu anda dalam membangun hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
§  Hemat
PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons besar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibanding pengeluaran iklan. Penggunaan media internet  tidak membutuhkan stationery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya  menjadi semakin terjangkau.
PR dengan menggunakan media internet dapat menghasilkan 3 R bagi suatu perusahaan, yaitu:
§  Relations à mampu berinteraksi dengan berbagai target audiens untuk membangun hubungan dan citra perusahaan.
§  Reputasi à aset yang paling penting dalam suatu bisnis. merupakan suatu seni dalam membangun reputasi online yang baik secara  berkesinambungan.
§  Relevansi à mengupayakan agar setiap inisiatif online  anda relevan dengan target audiens korporat anda.
PR Online ini bisa mungkin dijalankan mengingat betapa sangat tergantungnya masyarakat terutama setiap individu pada dunia maya atau internet yang telah sangat mudah hadir hanya dalam genggaman tangan. Keterjangkauannya pada semua lini yang begitu mengglobal sangat mendukung kerja PR online secara lebih mantab.
Lalu bagaimanakah sistem online PR ini bekerja? Salahsatunya bisa melalui beberapa cara seperti blog, media jaringan sosial, dan juga penerapan pada search engine.
Secara umum, memang konteks PR secara nyata mampu berjalan lebih efektif. Sebagai pelaku PR Online, kita harus tahu bagaimana cara menjalankan sistem dan teknis dalam dunia maya yang terus berkembang. Update harus selalu diikuti dan strategi harus selalu dimatangkan.
Jika semua hal-hal prinsip dalam penguasaan dunia maya ini dikuasai maka tidak akan terjadi kesulitan dalam penyampaiannya. Dalam PR Online, kita tetap bisa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan oleh PR. Misalnya, dalam penggunaan blog, kita bisa menerbitkan semua press release dan bahan-bahan untuk media dan publik di sana. Dalam jaringan sosial seperti facebook atupun twitter misalnya, kita bisa melakukan promosi tentang kita ataupun klien kita.
Dan kini disadari betul cara ini mendulang banyak hal positif dan lebih menguntungkasi. Satu hal lagi, PR Online juga memudahkan hubungan dengan para media dan awaknya. Terutama pada media-media yang menjadi pengguna internet terbesar, sangat membutuhkan informasi tertentu untuk menyajikan materi berita mereka kepada publik.
Maka bagi mereka yang sudah paham dan mengerti tentang bagaimana PR Online itu dijalankan oleh sebuah perusahaan, bukan lagi menjadi hambatan bagi media itu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

            Lalu apa perbedaan online PR dengan website perusahaan? Perbedaannya sama dengan konsep dasar PR, dimana kita sebagai PR bertugas membantu sebuah perusahaan dalam mengekspos bisnisnya ke masyarakat luas. Website sebuah perusahaan dipandang sangat berguna sebagai ujung tombak pengenalan diri dan mengenalkan karakter sebuah perusahaan tersebut. Hanya saja dengan Online PR, masyarakat juga akan mendapatkan benefit yang lebih yaitu bisa mendapatkan bahan-bahan tertentu yang mungkin tidak bisa didapatkan di website perusahaan itu sendiri. So, dengan melihat paparan di atas, maka sudah waktunya masyarakat mulai menjalankan Online PR.
Saat ini banyak praktisi PR, berbicara atas nama perusahaan atau lembaga telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR (Holtz,1999). Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan internet menjadi bagian dari budaya perusahaan. Melalui Internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen.
Teknologi telah mengubah pola komunikasi PR sebelumnya yang masih konvensional seperti komunikasi dari atas ke bawah ataupun sebaliknya, horizontal atau pola komunikasi massa, semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya internet. Dari sini lahir istilah cyber Public Relations atau e-Public Relations.
Kegiatan komunikasi yang dilakukan e-PR melalui internet, misalnya melalui e-mail, memasang iklan langsung melalui internet, dan membuat website perusahaan, sehingga komunikasi bisa langsung dilakukan dengan membuka situs dari perusahaan tersebut.
Keunggulan e-PR:
1.      Komunikasi yang terjadi konstan,dalam arti internet tidak pernah tidur dengan target audiensnya diseluruh dunia mampu bekerja 24jam non stop.
2.      Respon yang cepat, internet dapat merespon secara cepat  dengan semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dari pelanggan.
3.      Interaktif, dengan adanya internet para praktisi PR memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung website perusahaan. Sedangkan PR konvensional feedbacknya dengan cara tatap muka langsung, dan berkomunikasi langsung.
4.      Biaya hemat, dengan adanya  internet ini, praktisi PR dan perusahaan tidak harus mengeluarkan uang banyak, karena cukup dengan memberikan informasi secara jelas melalui website, semua orang bisa melihatnya. Dan juga dalam hal membuat suatu program perusahaan. Sedangkan pada  PR konvensional ketika melakukan program harus mengeluarkan biaya besar dalam sebuah perusahaan besar.
Manfaat e-PR antara lain, dapat menjalin hubungan yang baik dengan berbagai media melalui media center online, dapat membangun digital brand images, dapat digunakan sebagai sarana komunikasi mitra bisnis internasional dengan biaya yang relatif minim, hal ini tidak mudah dilakukan di PR konvensional, feedback dapat langsung diperoleh dari publik, dan dapat langsung memperoleh keinginan-keinginan publik tanpa harus menebak dan melakukan riset.
Namun masih ada hal yang menjadi hambatan bagi perkembangan e-PR itu sendiri, kadang publik membutuhkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya disbanding dunia maya yang disuguhkan seperti di intenet.
Dan menurut saya sendiri tidak sedmua publik itu mengerti bagaimana menggunakan internet, dan bahkan masih banyak sekelompok masyarakat yang kesusahan dan belum bisa menggunakan internet, jadi yang mererka butuhkan adalah semua yang bersifat manual, dan gampang untuk digunakan. Dan organisasi atau perusahaan tidak bisa mengelompokkan bahwasanya semua kriteria publik itu sama. Tidak semua tingkat pendidikan publik itu sama.
Namun kita tetap perlu untuk mempelajari teknologi , karena teknologi itu juga sama pentingnya untuk membantu dalam melakukan kerja kita. Kita harus selalu mengikuti perkembangan jaman, karena teknologi merupakan sesuatu sarana yang bisa menggantikan kerja yang tidak bisa kita kerjakan, seperti contohnya kita letih, sakit dll, maka melalui internetlah kita bisa melakukannya.
Teknologi telah membawa perubahan besar di semua aspek kehidupan manusia termasuk di dunia komunikasi.  Jika pada bab-bab sebelumnya membahas pengaruh teknologi terhadap perubahan bentuk surat kabar dari cetak ke online, mendengar radio di internet dan sebagainya, maka pada bab ini akan mengupas pengaruh teknologi dalam bidang Public Relation (PR) dan periklanan. 
PR – Lebih Live Lewat Internet
Para praktisi hubungan masyarakat (humas) – istilah Indonesia untuk PR – dalam pekerjaannya menggunakan berbagai alat dan teknologi, mulai dari pensil dan kertas sampai PDA dan internet.  Pokoknya, menggunakan apapun yang dapat membantu mereka secara efektif dan efisien menciptakan, mengantarkan, dan melacak komunikasi para klien dan pekerja mereka.  Humas yang profesional kira-kira telah ada sejak tahun 1900-an.  Alat-alat kehumasan yang umumnya digunakan pada waktu itu adalah news release yang dicetak, pitch letters dan press kits
Perkembangan teknologi telah membuat media kehumasan semakin beragam, para praktisi humas menggunakannya untuk memperbesar kesempatan mereka dalam menjangkau lebih banyak orang secara personal, baik secara langsung ataupun tidak.  Contohnya adalah media-media humas berikut ini:
  • Video News Release (VNR), adalah berita televisi siap siar yang menyediakan program berita bebas biaya untuk digunakan selama siaran berita.  Bentuk ini paling sering digunakan untuk cerita dan/atau berita seputar kesehatan, pelanggan, teknologi, perjalanan dan bisnis.  Walaupun biaya pembuatannya mahal ($20.000-$30.000), publisitas VNR, baik dalam pasar kecil, sedang atau besar, biasanya sangat ektensif.  VNR biasanya tidak lebih dari 90 detik sampai 2 menit, termasuk di dalamnya ada voice over dan soundbite.  VNR didistribusikan melalui satelit, rekaman dan internet.  Dengan adanya teknologi streaming video, VNR dapat ditempatkan di situs perusahaan atau organisasi. 
  • Webcast adalah suatu bentuk produksi penyiaran yang memasukkan audio dan video.  Biasanya digunakan untuk mengantarkan konferensi pers atau even lain secara langsung di layar komputer khalayak yang dituju.  Walaupun begitu, webcast tetap menjadi pendukung dalam VNR dan SMT, tetapi dampak dan kegunaanya bertambah seiring dengan perkembangan internet sebgai sumber berita dan informasi yang utama.
  • Satellite Media Tour (SMT), membuat juru bicara Anda dapat diwawancarai secara langsung di 15-25 stasiun televisi di suatu Negara selama tiga sampai empat periode.  Dengan SMT, selebriti atau juru bicara perusahaan menghabiskan sedikit waktu di dalam studio siaran atau lokasi dimana Ia diwawancarai oleh pembaca berita sementara acara wawancara itu disiarkan secara langsung kepada para pendengar. 
  • E-SMT, satellite media tour melalui internet, hanya berhubungan sedikit dengan satelit dan sebaliknya sangat berkaitan dengan internet.  Dengan E-SMT, klien para praktisi PR dapat berpatisipasi dalam konferensi pers dengan melihat perkembangan acara secara langsung melalui internet dan juga dapat mengirim pertanyaan, sebelum, selama atau sesudah acara. 
  • Interactive News Release dikirim lewat email atau website untuk dilihat oleh khalayak baik secara umum (tidak perlu log in) atau hanya mereka yang mempunyai password.  Berisi 5W dan 1H serta hotlinks yang membawa khalayak ke informasi lain yang juga berhubungan, seperti brosur, foto dll. 
  • Electronic Press Kit (E-Kits) adalah email atau versi internet dari press kit yang dicetak, namun E-kit juga dilengkap dengan fitur-fitur internet yang interaktif.  Juga diproduksi dalam bentuk CD-ROM.  Desainnya bermacam-macam dan terdapat dalam berbagai format mulai dari foto sampai Power Point
  • Blog atau Web Log, menyebarkan berita, rumor, serangan dan opini sangat cepat sehingga terkadang para praktisi PR tidak dapat bereaksi terhadap hal ini.  Oleh karena itu, beberapa para praktisi PR berusaha mengawasi blog-blog yang menurut mereka memberikan ancaman bagi perusahaan atau kliennya.
  • Online Advocacy Systems seperti ARENA dari Legislative Demographic Services, membuat organisasi dapat mengorganisir dan mengatur kampanye online yang menyatukan para pekerja, investor, konsumen dan para pemangku kepentingan lain dalam mempromosikan keinginannya. 
  • Online Media Database, berisi ribuan informasi tentang reporter dan editor di Amerika Serikat dan seluruh dunia.  Database dapat digunakan untuk mengakses informasi individual seperti alamat dan nomor telepon.  Jurnalis dapat menggunakan databes ini untuk melengkapi pemberitaannya.
  • Online Tracking and Monitoring Systems membantu praktisi PR mengikuti jejak media, kompetitor, konsumen dan orang lain yang mengatakan sesuatu tentang pekerja atau kliennya.  Contohnya CyberAlert yang memonitor cakupan media di seluruh situs yang ada di internet 
Email menjadi alat favorit yang digunakan para praktisi PR.  Inovasi Email seperti Internet Messenger (IM) membuat para praktisi PR dapat berkomunikasi dengan media dan khalayak lain yang sedang online.  Kebanyakan perusahan mempuyai ruang pers di situsnya sehingga memudahkan wartawan dan editor dalam memperoleh informasi.
Era sosial media telah tiba. Suka tidak suka, mau tak mau, hal ini tentu mempengaruhi cara kerja  praktisi public relations (PR). Banyaknya jejaring sosial itu membuat PR tak lagi hanya berkutat dengan urusan press release yang mengedepankan kaidah bahasa formal. PR mesti dituntut lebih luwes untuk bisa berkomunikasi dengan influencer atau khalayaknya di dunia maya.
Jejaring social seperti facebook, twitter dan foursquare merupakan media yang efektif untuk membangun personal branding maupun corporate branding. Dua hal yang menjadi tugas PR. Masing-masing jejaring social ini memiliki karateristik yang berbeda. Apalagi dibandingkan dengan media konvesional semacam surat kabar ataupun televise/radio. Oleh karena itu, PR tidak cukup hanya dapat mengaplikasikan jejaring social ini tetapi PR juga dituntut meng-up date pengetahuan yang dimiliki.
Up date pengetahuan berarti mengasah kompetensi dalam menghadapi era cyber. PR tak mungkin menolak atau melawan perkembangan ini kalau tidak ingin perusahaannya ditinggalkan. Justru sebaliknya, kehadiran jejaring social dan juga media online harus membuat PR lebih kreatif . Termasuk dalam menentukan pilihan media. Atau juga saat menghadapi complain yang dilakukan pelanggan melalui dunia maya, PR tak lagi bisa hanya dengan melakukan pendekatan konvesional seperti yang dilakukan sebelumnya.
Cyber PR merupakan tantangan dan sekaligus cara baru bagi praktisi public relations masa kini untuk terus  mengexplore kemampuannya. Jadi apakah ingin belajar atau tertinggal? Pilihan itu terletak di tangan Anda.
KEPUSTAKAAN
Onggo Bob, Julius.2002.Cyber Public Relations Membangun dan mempertahankan merek global di era globalisasi lewat media online .Jakarta.PT.Elex Media Komputindo
http://retnowulan.net/2010/08/cyber-pr/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar